Feeds

Kiat Mengatasi Mis-komunikasi di Kantor

Beberapa orang yang keluar dari pekerjaannya bukan karena tidak suka dengan pekerjaannya, namun lebih karena kurangnya komunikasi, baik sesama rekan kerja mau pun komunikasi dengan atasan. Agar mis-komunikasi antar karyawan bisa terhindar, berikut adalah cara mengatasinya, seperti dikutip dari Brighthubpm.com.

1. Banyak mendengar

Ilustrasi mendengarkan (Pxhere)

Orang yang banyak bicara cenderung untuk memotong pembicaraan orang lain, karena menurutnya apa yang dia bicarakan lebih penting dibandingkan pembicaraan orang lain. Orang yang banyak bicara ini sudah pasti kurang bisa mendengarkan pendapat orang lain. Cara mengatasinya adalah berikan orang itu saran agar lebih banyak mendengarkan daripada berbicara, serta beberapa keuntungan dari lebih banyak mendengarkan pendapat orang lain.

2. Adakan meeting secara rutin

Ilustrasi meeting (Pxhere)

Kurang baiknya hubungan antar karyawan, baik sesama rekan kerja atau atasan, bisa memacu kurang baiknya komunikasi antar mereka. Gara-gara kurang komunikasi, maka suatu pekerjaan yang harusnya bisa dilakukan bersama-sama malah jadi berantakan, belum lagi jika ada kesalahpahaman di antara mereka mengenai cara terbaik menyelesaikan pekerjaan itu. Untuk menghindari hal itu, maka sebaiknya adakan meeting atau rapat secara rutin, bisa seminggu sekali, atau seminggu dua kali. Tujuannya adalah untuk bisa membuat para karyawan lebih akrab antara satu dengan yang lainnya, dan lebih saling mengenal.

3. Berbaur

Ilustrasi berbaur (Pxhere)

Kebanyakan orang cenderung untuk memilih teman yang memiliki latar belakang atau budaya yang sama. Seperti misalnya orang Jawa, maka cenderung untuk berkumpul dengan orang yang juga berasal dari Jawa. Hal ini akan menyulitkan jika nantinya seseorang diharuskan untuk satu tim dengan orang yang berbeda suku. Pekerjaan akan terhambat, malah bisa terjadi hubungan yang tak baik dalam satu tim itu. Cara mengatasinya, mirip dengan poin sebelumnya, yaitu adakan meeting secara rutin, dan usahakan yang hadir tak berasal dari suku atau latar belakang yang sama. Dengan begini, semua bisa saling mengenal dan berbaur tanpa melihat latar belakangnya.

4. Atasan harus terlibat langsung

Ilustrasi terlibat langsung (Pxhere)

Perbedaan jabatan juga bisa berpengaruh pada komunikasi antar karyawan, meskipun berada dalam satu perusahaan atau kantor yang sama. Banyak karyawan yang enggan untuk berkomunikasi dengan atasannya, karena merasa takut nanti mereka justru akan dimarahi karena kurang sopan pada atasan. Di sinilah seorang atasan harus berperan. Sekali-sekali, seorang atasan harus bertemu langsung dengan bawahannya dan terlibat dengan pekerjaan mereka. Jika sudah terbiasa dan mengenal atasannya dengan baik, bawahan pun akan menrasa nyaman dan tak takut lagi dengan atasannya.

5. Memberi peringatan pada orang ber-ego tinggi

Ilustrasi memberi peringatan (Pxhere)

Dalam sebuah tim, biasanya ada satu atau dua orang yang memiliki ego tinggi, dan selalu ingin menang sendiri jika ada suatu diskusi tentang suatu pekerjaan. Untuk bisa menenangkan ego mereka, peran seorang atasan sangat dibutuhkan. Jangan biarkan mereka mengutamakan ego sendiri dibandingkan kepentingan bersama. Peringatkan mereka bahwa diskusi sudah terlalu melenceng dari tujuan utamanya, dan kembalikan bahasan pada topik permasalahan utamanya. Memang sulit untuk mengubah tabiat seseorang, namun bukan tak mungkin dilakukan. Jika dilakukan secara rutin, mungkin mereka akan bisa berubah.

Jadi, jika Anda menemukan masalah komunikasi seperti di atas, Anda sudah tahu cara untuk mengatasinya.

Related posts

Jangan Lakukan Ini Saat Presentasi

admin

Memotivasi Diri di Masa Sulit

admin

Tinggalkan 3 Sikap ini demi Kesuksesan Anda

admin

Leave a Comment