4 Gaya Kepemimpinan yang Perlu Diketahui!

Dasepsuryanto.com – Hampir semua bisnis membutuhkan kepemimpinan untuk bisa berfungsi. Namun jangan salah, leadership atau kepemimpinan yang dimaksud di sini bukanlah senioritas, atau sekadar jabatan yang lebih tinggi.

Faktanya, Pemimpin ada di setiap tingkatan. Mereka hadir memberikan bimbingan, motivasi, serta menginspirasi di sekitar mereka.

Terkait masalah kepemimpinan, Psikolog Jerman-Amerika Kurt Lewin di tahun 1939, melakukan penelitian untuk mengidentifikasi gaya kepemimpinan, serta masing-masing penerapannya.

Dari penelitian tersebut, Lewin mengidentifikasi tiga gaya kepemimpinan, yakni Otokratis, Demokratis, dan Laissez-faire.

Seiring waktu, berbagai gaya kepemimpinan lain pun bermunculan, dan salah satu yang sering digabungkan dengan tiga gaya kepemimpinan Lewis, adalah Kepemimpinan Transformasional.

Nah, apakah anda ingin mengetahui lebih detail tentang 4 gaya kepemimpinan yang sudah dijabarkan di atas? Mengutip dari The University of Arizona Global Campus, berikut penjelasannya.

Kepemimpinan Otokratis
Gaya kepemimpinan ini dapat tergambar dari sebuah kalimat, “Lakukan apa yang diperintahkan!”

Dalam kepemimpinan yang juga kerap disebut kepemimpinan otoriter ini, arah akan datang dari atas, yakni sosok tunggal yang memimpin perusahaan.

Itu berarti, seorang pemimpin otokratis menentukan strategi, kebijakan, prosedur, dan arah organisasi. Ia terbiasa mendiktekan segalanya kepada bawahan, dan tidak akan terlalu mempedulikan kolaborasi dengan orang-orang di lingkaran mereka, sehingga jarang merespons umpan balik.

Kepemimpinan Demokratis
Kepemimpinan Demokratis melibatkan pengumpulan masukan dari bawahan, sehingga setiap orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi pada proses pengambilan keputusan.

Dalam kepemimpinan yang sering disebut sebagai Kepemimpinan Partisipatif ini, para pemimpin demokratis masih menjadi pengambil keputusan utama.

Namun, pendekatan yang mereka lakukan memungkinkan orang lain untuk merasa terlibat dan memiliki kepentingan dalam hasil akhir.

Pemimpin demokratis unggul dalam memicu kreativitas di antara bawahan, dengan membiarkan kontribusi positif datang dari semua pihak.

Gaya Kepemimpinan Laissez-faire dan Transformasional

Kepemimpinan Laissez-faire
Dalam bahasa Prancis, Laissez-faire memiliki arti harfiah “izinkan melakukan,” dengan gagasan
“biarkan orang melakukan apa yang mereka pilih.”

Dalam kepemimpinan ini, para pemimpin akan cenderung membebaskan karyawannya, dan memercayai mereka untuk menyelesaikan tugas, tanpa perlu pertanyaan terus-menerus, atau yang dikenal dengan manajemen mikro.

Pemimpin Laissez-faire menyerahkan keputusan kepada karyawan. Mereka juga selalu ada untuk memberikan umpan balik apabila ada karyawan yang memerlukan.

Kepemimpinan Transformasional
Yang terbaru dan terakhir, adalah kepemimpinan Transformasional, di mana ada visi besar yang dapat menyatukan para bawahan untuk berjuang meraihnya.

Di bawah gaya kepemimpinan ini, tim biasanya memiliki tekad untuk ikut bertransformasi dan berkembang, baik secara pribadi dan profesional, untuk mencapai tujuan keseluruhan.

Dengan keselarasan itu, tim yang bekerja di bawah pemimpin transformasional, biasanya akan bersatu untuk tujuan tunggal, dan bersedia memberikan upaya, waktu, dan energi mereka demi perusahaan.

Ditulis oleh Admin. Sumber artikel: The University of Arizona Global Campus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *