Cara Berkomunikasi untuk Tingkatkan Motivasi Kerja Tim

DasepSuryanto.Com – Pemimpin yang baik dan hebat bisa ditemukan di banyak perusahaan. Namun, jika masa jabatannya sudah habis atau pensiun, siapa yang akan menggantikannya?

Sayangnya, beberapa pegawai yang bekerja dalam suatu perusahaan dinilai belum siap untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat dan handal. Untuk itulah, diperlukan pelatihan agar mereka bisa siap menjadi pemimpin, yaitu caranya adalah dengan aktif berkomunikasi. ‘

Tentu saja, komunikasi dalam hal ini bukan hanya sekadar menyapa dan mengobrol saja, namun perlu juga untuk meningkatkan motivasi kerja tim.

Berikut ini adalah cara berkomunikasi untuk tingkatkan motivasi kerja tim, seperti dilansir dari Inc.com.

1. Bukan “saya” atau “Anda”, melainkan “kami”

Orang yang sering mengatakan “saya” atau “Anda” belum pantas menjadi pemimpin yang hebat, karena masih berfokus pada diri sendiri, terutama untuk hal yang baik, dan berfokus pada orang lain jika terkait hal yang kurang baik.

Pemimpin yang baik mampu merangkul semua, dan berkata “kami”, karena dia sadar, perusahaan bisa maju jika semua yang ada di dalamnya mau bekerja sama.

Dia juga sadar, bahwa kemajuan perusahaan adalah tanggung jawab bersama. Pemimpin yang mau merangkul semua bawahannya bisa dipastikan adalah pemimpin yang mampu memotivasi kerja bawahannya.

2. Jujur

Tentu saja, seorang pemimpin harus jujur. Karena dengan jujur, dia akan mendapatkan kepercayaan dari bawahan-bawahannya, dan menjalin hubungan kerja yang erat.

Selain itu, dengan berkata dan bersikap apa adanya, rupanya mampu memotivasi kerja tim untuk bisa memberikan yang terbaik pada pemimpin dan juga perusahaan.

Jika pemimpin sudah tak jujur, maka tak akan ada yang menghormatinya, bahkan pemimpin tersebut tak akan memiliki bawahan yang akan selalu mendukungnya.

3. Rasa percaya

Seperti disebutkan sebelumnya, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa dipercaya oleh bawahannya. Pemimpin yang dipercaya dilihat oleh bawahan sebagai pemimpin yang bisa dijadikan panutan, dan bisa diandalkan.

Bahkan, para bawahan juga akan merasa aman jika bekerja di bawah pemimpin yang bisa dipercaya, sekaligus membuat mereka termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi.

Intinya, tingkatkanlah rasa percaya di antara pemimpin dan bawahan untuk masa depan perusahaan yang lebih baik.

4. Mengawasi bawahan

Mengawasi di sini bukan dalam artian bawahan harus bekerja sesuai dengan yang pemimpinnya inginkan, melainkan mengawasi dalam artian memperhatikan bawahannya.

Bawahan tentu saja akan senang dengan pemimpin yang mau memperhatikan bawahannya. Itu artinya pemimpin juga menghormati bawahannya.

Jika sudah begitu, maka pemimpin itu juga akan dihormati oleh para bawahannya. Pemimpin yang memperhatikan bawahannya bisa terlihat dari kebiasaannya, seperti memberikan penghargaan jika bawahannya memang bekerja dengan baik, dan memberikan saran dan kritik yang membangun jika bawahannya melakukan kesalahan.

5. Terbuka dan transparan

Pemimpin yang baik tak akan menyembunyikan sesuatu apa pun pada bawahannya, baik itu kabar baik atau pun kabar buruk, karena memang ini merupakan tanggung jawab bersama.

Jangan biarkan para bawahan kebingungan atas apa yang terjadi pada perusahaan dengan melakukan percakapan hanya dalam lingkup pejabat saja. Bicarakan juga hal tersebut pada para bawahan, agar mereka tahu apa yang terjadi.

Jika terjadi hal yang buruk, namun pemimpinnya mau membicarakannya dengan terbuka, maka yang terjadi bukanlah para bawahan yang putus asa, melainkan bersemangat dan bermotivasi agar kondisi perusahaan bisa kembali normal.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah melakukan komunikasi untuk memotivasi kerja tim?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *